Setiap mendengar, melihat, dan membaca berita tentang korupsi, apalagi yang dilakukan oleh penegak hukum, selalu ada satu pertanyaan yang terus berputar di kepalaku: APA YANG KAU CARI dalam hidupmu di dunia ini?
Jika tak tahan dengan profesi sebagai hakim yang mungkin jauh dari harapan tentang UANG, mengapa tak kau lepaskan? Lalu beralih menjadi pengusaha yang memang berorientasi pada profit? Ah, kurasa aku akan menemukan jawaban klise. Atau, alasan panjang dan berbelit tentang sebuah keadaan yang membuatmu terjepit, lalu berpaling.
Atau, ini soal ketenaran? Aha..! Kini sudah kau dapatkan itu. Kau hanya memikirkan ketenarann kan, bukan soal apa yang membuatmu tenar? Toh, kau tak sendirian. Lalu kau tak perlu merasa malu. Sudah umum...di negeri ini! Untuk apa di herankan? Kalau tak begitu, matilah kita..! Begitu kan pikirmu?
Ah...! Sudahlah! Omong kosong di negeri ini memang lebih laku ketimbang kejujuran. Makan tuh, jujur! Lalu hidupmu akan sengsara. Sekolah tak bisa, sakit pun tak beroleh obat. Yang jujur, pasti miskin! Yang jujur pasti hancur..!
KehadiratMU Ya Allaah...hamba berserah. Tolong pegang hati hamba, dan pikiran hamba agar tetap di jalanMU. Amin.
Hidup ini indah. Aku percaya kehadiran teman melengkapi, dan renungan menjadi rambu-rambunya. Selamat menikmati hidup!
About Me
.bmp)
- Novi Kuspriyandari
- Bogor, Jawa Barat, Indonesia
- Anda Pengacara? Sama seperti saya. Tapi saya adalah penganggur yang berusaha mencari banyak acara dan cara. Cara bersenang-senang, dan berbuat baik. Gitu, deh...
Jun 5, 2011
Jun 3, 2011
Penghuni Halaman Rumahku
Dia hanya muncul di malam hari. Mungkin karena dia amat pemalu. Katak, aku suka kok kamu ada di halaman rumahku. Gunakan saja seluruh pohon dan tanaman untuk rumahmu. Aku tak akan mengganggu.
Menatap Indahnya Indonesia
Akhir bulan Mei 2011, di tutup dengan memori indah. Bisa di katakan sedang beruntung. Beberapa waktu lalu, Bromo sedang terbatuk, memuntahkan debu vulkanik dan menjadikan penyedia jasa mobil dan kuda harus berhenti mencari nafkah. Tetapi, saat kami tiba cuaca sedang cerah dan Bromo sedang ramah. Kami bisa menatapnya dari jauh, lalu mendekat hingga ke kaki kawah. Belum didaki kembali memang. Selain masih dalam status siaga, jalur menuju bibir kawah tertutup abu sehingga tak mungkin di lalui.
Dan, inilah yang bisa aku abadikan dalam kamera. Tuhan Maha Indah, sehingga ciptaanNya pun sungguh memesona.
Pukul 06.00 pagi.
Sepasang kekasih
Bromo dari dekat
Pasukan kuda yang siap mengantar anda
Kabut pagi hari
Rasanya, ingin segera ke sana lagi. Menatap lebih banyak keindahan!
Dan, inilah yang bisa aku abadikan dalam kamera. Tuhan Maha Indah, sehingga ciptaanNya pun sungguh memesona.
Pukul 06.00 pagi.
Sepasang kekasih
Bromo dari dekat
Pasukan kuda yang siap mengantar anda
Kabut pagi hari
Rasanya, ingin segera ke sana lagi. Menatap lebih banyak keindahan!
Subscribe to:
Posts (Atom)